...::: BRINGING ASTRONOMY TO THE PEOPLE :::...

    Home    About Me   Equipment     Aktivitas     Astrofotografi    Observasi    Downloads   Video    Gallery     Tamu   

Minggu, Desember 06, 2009

Gerhana Bulan Sebagian di Malam Tahun Baru 2010


Selain pertunjukan meteor Geminds yang mengakhiri tahun 2009 ini, mengawali tahun 2010 langit Indonesia juga akan dihiasi dengan peristiwa astronomis musiman yaitu Gerhana Bulan. Seperti sudah diketahui gerhana Bulan terjadi akibat posisi Matahari-Bumi-Bulan segaris, saat itu bayangan Bumi yang seharusnya sampai di permukaan Bulan akan terhalang sebagian atau seluruhnya sehingga permukaan Bulan terlihat gelap. Saat Bulan tertutup seluruhnya disebut Gerhana Bulan Total (GBT) dan saat Bulan hanya tertutup sebagian disebut Gerhana Bulan Sebagian (GBS).
.
Gerhana kali ini juga mengawali purnama pertama di tahun 1431 H. ini berupa Gerhana Bulan Sebagian (GBS) atau dalam istilah asingnya disebut Partial Lunar Eclipse. Kabar baiknya peristiwa ini adalah ia dapat diamati dari seluruh kawasan Indonesia sambili merayakan datangnya pergantian tahun baru 2009/2010.
.
Menurut keterangan dari NASA, gerhana kali ini merupaka gerhana seri Saros yang ke-115 anggota ke-57 dari 72 rentetan gerhana dalam seri tersebut. Kontak umbra yang merupakan kontak dimana dapat diamati dengan mata telanjang ini hanya menutup sedikit sisi Selatan Bulan ini hanya berlangsung sekitar 1 jam dengan maksimum gerhana terjadi pada sekitar pukul 02:23 WIB. Sehingga para pengamat gerhana hanya akan menyaksikan wajah Bulan yang sedang purnama pagi itu sedikit gelap pada sisi sebelah Selatannya. Penampilan Bulan malam itu di Langit Barat juga akan bertambah menarik karena ditemani oleh konstelasi atau rasi Orion yang orang Jawa menyebutnya sebagai "Lintang Waluku" berada tepat di sebelah Selatan Bulan dengan bintangnya yang paling terang yaitu Rigel dan Betegeuse. Bintang Sirius, Procyon dan Capella juga akan terlihat pagi itu.
.

Tahapan Kontak Gerhana :
P1 (Kontak Penumba Mulai) = 00:17:08 WIB
U1 (Kontak Umbra Mulai) = 01:52:43 WIB
Maksimum Gerhana = 02:22:39 WIB
U4 (Kontak Umbra Selesai) = 02:52:41 WIB
P4 (Kontak Penumbra Selesai) = 04:28:11 WIB
.
Kecuali Indonesia, sebagian besar wilayah Asia dan Afrika juga dapat penyaksikan peristiwa astronomis ini. Jadi tunggu apa lagi segera rencanakan malam Tahun Baru 2010 anda untuk juga menyaksikan peristiwa yang cukup langka dan jarang terjadi ini. Teleskop dan binokuler adalah pilihan terbaik untuk dapat mengamati peristiwa ini dengan baik. Untuk itu bergabunglah dengan klub-klub astronomi yang menyediakan sarana pengamatan menggunakan perlengkapan astronomi.
.
.
Gerhana, baik itu Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan merupakan peristiwa alam biasa yang secara astronomis dapat dihitung kapan akan terjadi. Peristiwa gerhana bukan tanda kelahiran atau kematian seseorang akan pertanda akan datangnya bencana namun gerhana merupakan momen untuk merenungkan kembali tanda Kemahabesaran Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta. Maka dari itu umat Islam dihimbau untuk memberikan makna akan kehadiran gerhana dengan memperbanyak doa, takbir dan sedekah seperti yang diajarkan Rasulullah serta disunahkan melaksanakan shalat khusuf atau shalat gerhana sesuai tuntunan yang berlaku.
 ■ 7 komentarBuka

__________________________________________________________________

Sabtu, Desember 05, 2009

Geminids Meteor Shower 2009

Radiant Geminids baru terbit menjelang tengah malam. .
.
Satu lagi peristiwa akhir tahun 2009 yang bakal kembali hadir di langit Planet kita ini yaitu Geminids Meteor Shower. Salah satu pertunjukan meteor tahunan yang cukup mengesankan ini diperkirakan nanti malam Senin (13/12) dan malam Selasa (14/12) akan mencapai puncaknya menghujani kembali Planet Bumi. Dari seluruh kawasan permukaan Bumi shower ini hampir semuanya dapat menyaksikan. Terlebih mereka yang berada di sekitar ekuator dan sedikit agak ke lintang Utara.
.
Meteor atau sering disebut dengan istilah "bintang jatuh" atau "bintang alihan" ini memang setiap saat rajin menghujani permukaan Bumi kita. Mereka hanyalah batuan-batuan kecil sebesar beras hingga sebesar kepalan tangan yang astronom menamakannya sebagai meteoroid itu secara kebetulan tertarik oleh gravitasi Bum. Meteoroid tersebut memasuki atmosfir bumi dengan kecepatan sangat tinggi, menghasilkan tekanan udara yang sangat besar (ram presure) di sisi depan meteoroid. Tekanan ini memanaskan udara yang akhirnya memanaskan meteoroid tersebut hingga terbakar. Jadi bukan akibat pengaruh gesekan dengan atmosfer seperti yang diketahui selama ini.
.
Geminids yang menurut para ahli diyakini merupakan debu bagian dari komet 3200/Phaethon yang telah mati itu sebenarnya mulai dapat disaksikan mulai 7 Desember hingga 17 Desember nanti. Namun diperkirakan malam Senin atau malam Selasa (13-14 Desember 2009) adalah puncak dari kenampakannya. Ini dikarenakan pada malam-malam itu posisi Bumi paling dekat dengan area debu reruntuhan komet tersebut.
.
Secara kebetulan jika dilihat dari permukaan Bumi titik ini berada di langit di Rasi Gemini yang pada bulan ini berada di arah Timur Laut menjelang tengah malam. Inilah yang disebut titik Radian meteor shower. Dan titik inilah terlihat seolah-olah menjadi pusat dari munculnya meteor yang dapat melesat dengan kecepatan mencapai 35 km/detik. Itulah kenapa para astronom menamakan meteor shower ini dengan sebutan Geminids. Geminids 2008 lalu karena hampir seluruh langit Indonesia ditebari oleh awan dan Bulan sedang pada fase Purnama sehingga pengamatan meteor cukup terganggu.
.
Namun bagaimana halnya dengan tahun 2009 ini? Bersyukur saat puncak Geminds nanti Bulan sedang berumur tua sehingga hanya sedikit cahayanya yang menggangu, apalagi ia hanya muncul menjelang Matahari terbit sehingga praktis observasi Geminids kali ini bakalan sukses. Sekali lagi, kendala utama adalah pada kondisi langit bulan Desember yang cenderung berawan bahkan bisa-bisa hujan semalaman.
. Suasana rileks saat observasi meteor (astrosurf.com)
..
Menurut keterangan dari International Meteor Organization (IMO) kenampakan Geminids kali ini bisa mencapai angka 100-120 meteor per jam saat maksimumnya pada kondisi langit yang sempurna. Angka inilah yang mereka sebagai ZHR (Zenithal Hourly Rate). Meteor ini termasuk kategori meteor berkecepatan sedang dengan goresan cahaya yang tidak terlalu panjang namun pada saat muncul meteor yang cukup terang ia bisa menampakkan warna kuning, hijau dan kebiruan yang sangat spektakuler.
.
Jika anda bersempatan ingin menjadi saksi Geminids kali ini dan kebetulan cuaca cerah segera cari kawan anda dan segeralah menuju ke tempat yang lapang dan terbebas dari polusi cahaya. Pantai adalah tempat yang paling baik atau daerah pedesaan yang belum banyak tercemar cahaya. Jangan lupa siapkan perbekalan, baju hangat, camilan dan minuman hangat, alas tidur, senter, pemutar musik jangan lupa. Malam itu Radian meteor berada di langit pada arah Rasi Gemini yang berada arah Timur-Laut. Anda dapat menuju lokasi menjelang pukul 21 malam atau sesudahnya. Kemudian, berbaringlah secara rileks, arahkan pandangan mata ke posisi sekitar radiant Geminids dan nikmatilah pertunjukan kembang api alam ini. Tapi awas, jangan sampai tertidur. Pertunjukan Geminids akan berlangsung hingga pagi sebelum fajar menyingsing saat Langit Timur merembang terang.
.
Satu lagi yang harus diketahui bahwa untuk melakukan observasi meteor ini tidak dibutuhkan peralatan optik apapun hanya cukup mata telanjang sehingga siapapun orang yang dapat melihat akan dapat melakukannya. Berharap saja malam itu cerah.
Artikel Terkait : Observasi Geminids 2007
 ■ 2 komentarBuka

__________________________________________________________________

Arsip Posting di JAC Astronomy Blog

Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner

________________________________________________________________

Posting terakhir di Jogja Astro Club Yahoogroups

Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner

____________________________________________________________________

Posting terakhir di Forum Diskusi RHI di Yahoogroups

____________________________________________________________________

Posting terakhir di Astronomi Indonesia Yahoogroups

Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner

____________________________________________________________________

Posting terakhir di Langit Selatan dot Com

Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner

 

©Jogja Astro Club (JAC) 2006 | Semua tulisan dalam artikel ini bebas disunting dengan menyebutkan sumbernya | Powered by Blogger