Home    About Me    Equipment    Aktivitas    Astrofotografi    Observasi    Downloads   Video    Gallery    Tamu   

Minggu, 03 September 2006

Astronomy Roadshow 2


Sebagai kelanjutan dari program JAC dalam rangka mengenalkan astronomi kepada publik, setelah pernah digelar JAC Astronomy Roadshow 1 bulan lalu, kali ini pada kegiatan JAC Astronomy Roadshow 2 yang direncanakan di halaman Gd. Mandala Bhakti Wanitatama, terpaksa dipindahkan lokasinya yaitu di Jalan Gejayan dekat Markaz JAC disebabkan kendala teknis di lokasi awal. Namun demikian, tidak menjadi masalah sebab di lokasi inipun pengunjung cukup banyak. Dengan ini pula kami mohon maaf kepada para pengunjung yang sudah terlanjur datang ke lokasi awal.
Di lokasi ini beberapa kru JAC sejak pukul 19.00 sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari pemasangan LCD Projection., screen, setting teleskop, tempat duduk, perlistrikan dan segala sesuatunya. Tepat pukul 19.30 persiapan telah selesai dan nampak yang datang pertama adalah serombongan anak-anak dan langsung diputarkan Astronomy Slide Show berupa gambar-gambar hasil jepretan Teleskop Hubble dan koleksi NASA serta beberapa koleksi foto hasil jepretan anggota JAC. Ya, anak-anakpun cukup senang dapat melihat sesuatu yang baru. Selama pemutaran slide show beberapa pengendara menyempatkan berhenti untuk ikut melihat dan beberapa memarkir kendaraannya (wow.. gambar-gambar nebula dan galaksi yang ditampilkan dikira pengunjung pertunjukan LIVE!) untung cepat kita kasih tahu.

Setelah pemutaran slide show dilanjutkan dengan acara observasi bulan dan planet atau Lunar & Planetary Observing. Dua buah teleskop yang digunakan untuk observasi yaitu Teleskop DAUER 8” untuk viewing langsung menggunakan mata dan NOVALUX 910 yang sengaja dipasangi kamera CCD lalu diteruskan ke screen melalui Laptop dan LCD Projection.
Observasi pertama adalah Jupiter yang waktu itu sudah mulai condong ke Barat. Empat bulannya yang disebut Galilean Satelit meliputi Io, Ganimede, Calisto dan Europa nampak cukup jelas baik melalui eyepiece maupun yang terlihat di screen. Melalui Teleskop 8” dengan menggunakan eyepice 12 mm garis-garis horisontal di Planet Jupiter cukup terlihat. Beberapa pengunjung nampak kurang puas setelah melihat bulatan Planet Jupiter yang menurut mereka masih terlalu kecil, mereka mengira dapat sebesar bulan ( di Bosscha aja belum tentu bisa!). Pengunjung dapat melihat langsung di screen atau kalau mau ngintip bisa langsung melalui teleskop.
Setelah Jupiter tidak terlihat karena tertutup pepohonan, kini kedua teleskop diarahkan ke benda langit paling terang malam itu yaitu bulan. Sayang kamera CCD tidak dapat mengkaver penuh bulatan bulan. Ia hanya dapat menampilkan hanya 10% area bulan, sehingga untuk melihat area yang lain terpaksa harus dilakukan hoping. Melalui screen terlihat banyaknya kawah-kawah di permukaan bulan. Pemandu dari JAC menerangkan sedikit mengenai nama-nama kawah, mare dan gunung di bulan. Berbeda dengan pengamatan langsung menggunakan eyepice 25 mm seluruh wajah bulan dapat terkaver.

Seperti biasanya, karena terbatasnya peralatan terpaksa para pengunjung yang melihat melalui eyepice harus rela antri dan tidak bisa menikmati indahnya permukaan bulan berlama-lama sebab harus gantian pengunjung lain. Beberapa pengunjung cukup puas hanya melihat tayangan di screen (ah malas antri.. katanya...).
Dan CCD imaging terpaksa harus diakhiri karena LCD digunakan untuk demo Program Planetarium Starrynight. Nah saat itulah banyak pengunjung terkagum melihat simulasi langit, planet dan bintang yang begitu realistik. Banyak pertanyaan yang dilontarkan dan langsung saya jawab. Kesempatan itu juga saya gunakan untuk menyampaikan informasi terakhir mengenai keputusan IAU yang mencoret Pluto dari jajaran planet sehingga kini hanya tinggal 8 planet yang disebut Clasical Planet dan Pluto masuk ke dalam jajaran planet kerdil atau Dwarf Planet.
Setelah selesai demo, acara Roadshow ditutup dengan pemutaran film edutaintment berjudul “Meteorit Impact” yang menceriterakan kehidupan Shoemaker si penemu komet yang menghantam Jupiter. Penonton sempat sedikit cemas saat narator mengandaikan bumi yang dihantam komet tsb. Bagaimana nasib manusia yangada di permukaan bumi (ngeri... deh..katanya). Selama pertunjukan film yang berlangsung sekitar 1 jam tsb. para pengunjung masih diberi kesempatan untuk melihat permukaan bulan melalui teleskop yang disediakan.
Pukul 22.30 saat pengunjung beranjak dari tempatnya karena pemutaran film telah usai. Beberapa pengunjung menyempatkan diri berdialog, minta program dan file gambar-gambar astronomi serta bertanya dengan beberapa anggota JAC yang mengikuti kegitan Roadshow malam itu. Pertanyaan seputar ketertarikan mereka dengan astronomi dan keinginan untuk bergabung dengan JAC. Nah.. tul khan.. banyak masyarakat yang sebetulnya senang astronomi tapi ternyata mereka bingung mau menyalurkan hobbinya. Beruntungnya juga JAC malam itu adalah seorang pengunjung yang kebetulan pemilik sebuah real estate terkenal di Jogja yang menawarkan segala sesuatu dan siap membantu kegiatan JAC. Alhamdulillah...
Akhirnya seperti biasanya... acara dilanjutkan dengan lesehan... (yang ini khusus anggota).. dan sedikit evaluasi kegiatan.
Sampai jumpa di JAC Astronomy Roadshow berikutnya ..... Bringing Astronomi to the People... Salam..

3 komentar:

  1. Bambang BS3/9/06 02:45

    Hidup astronomi Indonesia!!
    Ayo JAC terus maju!!
    Tdd. Bambang BS

    BalasHapus
  2. Hallo JAC (jogja astronomy club)..
    sebelumnya banyak yang saya ingin tanyakan mengenai gejala-gejala astronomi dan tips-tips itu sendiri yang dapat dilakukan para astronom setiap kali melakukan penelitian.
    saya berminat menekuni hobbi astronomi ini semenjak tetangga saya sendiri, yang kebetulan anggota dari HAAJ itu, membawa teleskopnya ke acara pesantren kilat di ramadhan tahun lalu (didaerah saya). dan disanalah saya terpesona melihat berbagai planet yang dapat saya lihat melalui teleskop itu.
    mulai saat itu saya menjadi gemar membaca dan mencari informasi mengenai ilmu astronomi.yaitu mulai dari buku-buku, peralatan-peralatan yang dibutuhkan astronom, seperti teleskop, planisphere, peta2 bulan dan aplikasi-aplikasi software yang dapat digunakan sebagai pengamatan (kebetulan sedang saya cari di internet dengan cara mendownload). nah semenjak terjun ke dunia maya(Internet) inilah saya tidak menyangka, ternyata betapa banyaknya perkumpulan2 astronomi di indonesia ini. dan saya baru manyadarinya dari situ.

    untuk dapat mendukung usaha saya disini, yang kebetulan saya juga membentuk komunitas astronom amatir dengan personil baru 3 orang.
    bagaimana kita semua bekerja sama, untuk mewujudkan misi dan visi yang JAC lakukan juga..??
    setujukah..??

    untuk itu kami mohon bantuan dari teman-teman JAC untuk saling berbagi mengenai informasi2 yang anda dapatkan disana, dan saya juga akan melaporkan informasi pengamatan saya di sini.
    dan dengan kurang nya fasilitas yang menunjang untuk kami melakukan observasi. kami mohon bantuan teman2 JAC juga untuk saling membantu berbagi perangkat2 keras maupun perangkat2 lunak yang teman2 JAC miliki ke saya.

    berikut kebutuhan-kebutuhan kami :

    -Aplikasi-aplikasi software yang dapat dilakukan untuk observasi.(kalau bisa di burn data aja ke CD lain)
    -Planisphere.
    -Filter.
    -majalah2/ buku2 mengenai astronomi.

    dan tips-tips dari kalin tentang bagaimana cara metode penelitian yang dapat kami lakukan, serta cara menyUsun peralatan untuk dapat melAkukan observasi. yaitu seperti :

    -stacking video/foto
    -memasang kamera ccd / digital agar tersambung ke teleskop. supaya terlihat ke dalam komputer. sperti yang kalian lakukan.
    -berikut tips-tips cara memodifikasi kemera wabcam agar menjadi kamera yang dapat terselubung ke teleskop itu sendiri. seperti apa yang pernah kalian tulis dalam suatu artikel.
    -membuat filter untuk dapat melihat matahari.

    kalau bisa publikasikan juga tips2 itu ke dalam web kalian, agar temen2 yang membuka web kalian dapat mengetahuinya langsung dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi mereka yang sama2 baru menekuni bidang ini. dengan cara di perktekkan dan disertakan foto2 nya, agar terlihat lebih mendetail.

    atau yang lainnya yang mungkin dapat kalian beritahu kepada saya.

    kirimkan saja ke email :rian_emo@yahoo.co.id
    atau melalui pos ke alamat saya di :

    ciledug, tangerang
    wisma tajur blok F1 no 11 jl. kresna
    06/07

    ditunggu balasannya, dengan panjang lebar tentunya dan lebih mendetail mengenai semuanya...!!

    TERIMA KASIH..!!

    ----RIAN----

    BalasHapus
  3. No matter what you decide to sell online, you will most likely need shopping cart software to make your site user friendly and easy to purchase from. Allowing your customers to add the items that theyd like to purchase and check out right from your site makes purchasing much easier for the internet consumer and will help increase your sales. Ensuring the safety of your customers information and giving them piece of mind will make them want to return to your web store. Retail business POS software Choosing the right shopping cart software can be a chore, however.

    BalasHapus