Home    About Me    Equipment    Aktivitas    Astrofotografi    Observasi    Downloads   Video    Gallery    Tamu   

Selasa, 22 Mei 2007

Hari Meluruskan Arah Kiblat



"Dan dari mana saja engkau keluar (untuk mengerjakan shalat), maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka'bah), dan sesungguhnya perintah berkiblat ke Ka'bah itu adalah benar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan." ( QS. Al-Baqarah : 149 )

.

“ Baitullah ( Ka'bah ) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram ( Makkah ) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi, Timur dan Barat dari umatKu” ( Hadith Riwayat Al-Baihaqi )

.

___________________________________________________

.

SELAMA HAMPIR SEBULAN JAC MEMBANTU TIM BHR DIY MELAKUKAN PENGUKURAN POSISI GEOGRAFIS DAN ARAH KIBLAT DI 80 MASJID TINGKAT KECAMATAN SE PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) - KESIMPULAN SEMENTARA 75% ARAH KIBLATNYA SALAH!!!

___________________________________________________

.

Dalam ajaran Islam, mengadap ke arah kiblat ( Masjidil Haram / Ka'bah ) adalah suatu tuntutan syariah di dalam melaksanakan ibadah tertentu, ia wajib dilakukan ketika hendak mengerjakan shalat dan menguburkan jenazah orang Islam, ia juga merupakan sunah ketika azan, berdoa, berzikir, membaca Al-Quran, menyembelih binatang dan sebagainya.

Berdasarkan tinjauan astronomis atau falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat antaranya menggunakan kompas, theodolit, rasi bintang serta fenomena transit utama matahari di atas kota MAkkah yang dikenal dengan istilah Istiwa A'zam (Istiwa Utama). Di kalangan pesantren di Indonesia istilah yang cukup dikenal adalah "zawal" atau "rashdul qiblat".

.

.

Di atas Ka'bah matahari tepat berada di titik Zenith saat Istiwa A'zam

.

Istiwa adalah fenomena astronomis saat posisi matahari melintasi meridian langit. Dalam penentuan waktu shalat, istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Zuhur. Pada saat tertentu di sebuah daerah dapat terjadi peristiwa yang disebut Istiwa Utama atau 'Istiwa A'zam' yaitu saat posisi matahari berada tepat di titik Zenith (tepat di atas kepala) suatu lokasi. Namun peristiwa ini hanya terjadi di daerah antara 23,5˚ Lintang Utara dan 23,5˚ Lintang Selatan.

.

Istiwa Utama yang terjadi di kota Makkah dimanfaatkan oleh kaum Muslimin di negara-negara sekitar Arab khususnya yang berbeda waktu tidak lebih dari 5 (lima) jam untuk menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan matahari. Istiwa A'zam di Makkah terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 28 Mei sekitar pukul 12.18 Waktu Makkah dan 16 Juli sekitar pukul 12.27 Waktu Makkah. Fenomena Istiwa Utama terjadi akibat gerakan semu matahari yang disebut gerak tahunan matahari (musim) sebab selama bumi beredar mengelilingi matahari sumbu bumi miring 66,5˚ terhadap bidang edarnya sehingga selama setahun terlihat di bumi matahari mengalami pergeseran 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS. Saat nilai azimuth matahari sama dengan nilai azimuth lintang geografis sebuah tempat maka di tempat tersebut terjadi Istiwa Utama yaitu melintasnya matahari melewati zenith.

_________________________________________________________

SENIN, 28 MEI 2007 @ 16:18 WIB (Hari ke-1)

SENIN, 16 JULI 2007 @ 16:27 WIB (Hari ke-2)

MATAHARI DI ZENITH KOTA MAKKAH

POSISI MATAHARI = ARAH KIBLAT

BAYANGAN MATAHARI = ARAH KIBLAT

_________________________________________________________

.Teknik penentuan arah kiblat menggunakan Istiwa Utama sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Demikian halnya di Indonesia dan beberapa negara Islam yang lain juga banyak menggunakan teknik ini. Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Yang diperlukan hanyalah sebilah tongkat dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Pada tanggal dan jam saat terjadinya peristiwa Istiwa Utama tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat.

.

Karena di negara kita peristiwanya terjadi pada sore hari maka arah bayangan tongkat adalah ke Timur, sedangkan arah bayangan sebaliknya yaitu yang ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang benar. Cukup sederhana dan tidak memerlukan ketrampilan khusus serta perhitungan perhitungan rumus-rumus. Jika hari itu gagal karena matahari terhalang oleh mendung maka masih diberi roleransi penentuan dilakukan pada H+1 atau H+2.


Saat matahari di atas Ka'bah semua bayangan matahari mengarah ke sana

Penentuan arah kiblat menggunakan teknik seperti ini memang hanya berlaku untuk daerah-daerah yang pada saat peristiwa Istiwa Utama dapat melihat secara langsung matahari dan untuk penentuan waktunya menggunakan konversi waktu terhadap Waktu Makkah. Sementara untuk daerah lain di mana saat itu matahari sudah terbenam misalnya wilayah Indonesia bagian Timur praktis tidak dapat menggunakan teknik ini. Sedangkan untuk sebagian wilayah Indonesia bagian Tengah barangkali masih dapat menggunakan teknik ini karena posisi matahari masih mungkin dapat terlihat. Namun demikian masih ada teknik lain yang juga menggunakan bayangan matahari untuk menentukan arah kiblat dari suatu tempat di seluruh permukaan bumi yang akan dibahas nanti pada artikel berikutnya.

Tempat yang memungkinkan penentuan arah kiblat di daerah terang

Berdasarkan perhitungan astronomis menggunakan program Simulator Planetarium Starrynight diperoleh posisi matahari secara presisi saat terjadinya Istiwa Utama di Makkah tahun 2007 ini. Pertama, tanggal 28 Mei 2007 pukul 09:18:37 GMT atau 12:18:37 Waktu Makkah atau 16:18:37 WIB kedua tanggal 16 Juli 2007 pukul 09:26:56 GMT atau 12:26:56 Waktu Mekkah (GMT+3) atau 16:26:56 WIB (GMT+7) dengan posisi matahari berada di azimuth 294° 42.792' dan ketinggian (altitude) 14° 37.9'. Seperti tertera pada gambar di bawah ini.

Dari Yogyakarta Posisi matahari masih cukup tinggi untuk melakukan pengukuran.

.Teknik Penentuan Arah Kiblat menggunakan Istiwa Utama :

  1. Tentukan lokasi masjid/mushalla/langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.
  2. Sediakan tongkat lurus sepanjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya. Siapkan juga jam/arloji yang sudah dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet.
  3. Cari lokasi di samping Selatan atau di halaman masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar dan pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya istiwa utama agar tidak terburu-buru.
  4. Tunggu sampai saat istiwa utama terjadi amatilah bayangan matahari yang terjadi (toleransi +/- 2 menit)
  5. Di Indonesia peristiwa Istiwa Utama terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menuju ke Timur. Sedangakan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat.
  6. Gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan lokasi ini ke dalam masjid / rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.
  7. Tidak hanya tongkat yang dapat digunakan untuk melihat bayangan. Menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang bendera atau benda-benda lain yang tegak. Atau dengan teknik lain misalnya bandul yang kita gantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat.

Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla / langgar saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya. Mungkin kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar. Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-masing. Dan juga melakukan penentuan arah kiblat tidak mutlak harus dilakukan pada tanggal tersebut bisa saja mundur atau maju 1-2 hari karena pergeserannya relatif sedikit yaitu sekitar 1/6 derajat setiap hari.

Catatan : Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi markas Rukyat Hilal Indonesia (RHI) di 0274-552630 atau 08122743082.

Sumber terkait:

http://www.as.itb.ac.id/~ferry/Articles/Kiblat/Kiblat.html

http://www.al-azim.com




9 komentar:

  1. Sip.. saya akan cek tgl 28 Mei nanti.. Terima kasih banyak pak. Umat mesti tahu info ini nih. dibikin publikasinya di surat kabar aja pak.. biar semuanya pada tau.

    BalasHapus
  2. Jazakallahu khair buat info yang sangat berharga ini ...
    Pertanyaan saya, apakah tanggal pad bulan Mei dan Juli tiap tahunnya akan sama atau bagaimana?
    terima kasih ...

    BalasHapus
  3. Ya, boleh dikatakan sama..... sebab melihat diameter matahari yg sebesar 1° ralat H-1 atau H-2 masih bisa ditolerir.. Salam

    BalasHapus
  4. Bravo! Wah, 75% bukan angka yang kecil ya Pak?

    Hmm.. saya jadi ingat kalau Ahmad Dahlan pernah memperbaiki arah kiblat di daerah Jogja sekembalinya beliau belajar Islam di Timur Tengah.. CMIIW.

    Software yang di postingan ini apa yah pak? Freeware tak?

    BalasHapus
  5. maaf pak saya mau nanya gimana nentuin kiblat dengan cara yang sederhana tanpa perlu peralatan canggih & bukan pada waktu seperti postingan di atas. terima kasih.
    hibasy08@yahoo.com

    BalasHapus
  6. mari membaca Al-Quran!

    ada situs yang bisa baca al-quran online trus ada audio playernya...

    BalasHapus
  7. saya mempunyai cara mendapatkan arah kiblat yang paling tepat, dengan matahari masih ada penyimpangan, caranya download google earth, aktifkan program google earth, klik ikon liha, aktifkan sidebar, klik pada terbang ke .. Masjidil Haram Mekkah saudi arabia, perbesar kabah, aktifkan ikon perangkat, klik penggaris, klik di atas masjidil haram, tarik garis ke arah kanan bawah (indonesia) dan cari lokasi yang akan diketahui arah kiblatnya (rumah, mesjid, kantor dll) non aktifkan tarik garis, maka kita akan mendapatkan garis antara masjidil haram dengan lokasi yang kita tuju, semoga bermanfaat (tatangsastrawijaya@yahoo.com)

    BalasHapus
  8. Boedi rahardjo26/3/10 14:54

    Ass.wr.wb, untuk sederhananya apa mungkin diberikan info untuk lokasi Jakarta berapa derajat arah Ka'bah ? trima kasih atas jawabanya, wass

    BalasHapus