Home    About Me    Equipment    Aktivitas    Astrofotografi    Observasi    Downloads   Video    Gallery    Tamu   

Minggu, 19 November 2006

The Missing Leonids

Tengah malam 00:15 WIB Minggu, 19 November 2006. Mendung masih terlihat merata di atas Yogyakarta. Sesuai rencana kegiatan perburuan Leonids akan mengambil lokasi di Pantai Parangkusumo. Rencana sih yang ngikut tadinya 5 personel anggota Jogja Astro Club (JAC), tapi mendadak tiga peserta urung karena ada kegiatan malam di sekolahnya. Praktis tinggal berdua, saya dengan Gustria yang sejak awal memang bersemangat menyaksikan peristiwa ini.
Setelah berkemas menyiapkan perlegkapan berupa kamera SLR, tripod dan cable releasenya, kamera digital, binokuler, handcounter, mp3 player, sleepingbag serta air minum kamipun berangkat menuju lokasi yang jaraknya lebih kurang 1 jam menggunakan kendaraan bermotor.
Ternyata saat sampai di lokasi observasi, mendung masih menutup rata langit disana. Oleh sebab itu diputuskan untuk jalan-jalan dulu di pantai Parangtritis yang ternyata malam itu cukup ramai pengunjungnya. Di pantai ini pula kami sempat meyaksikan 2 meteor (yang 1 cukup besar) dari arah radiant Leonids saat awan agak tersibak. Setelah sempat menyantap jagung bakar yang dijajakan di pantai ini kami bergegas menuju ke lokasi Parangkusumo di mana kami biasa melakukan observasi yang berjarak sekitar 1 km dari Parangtritis.
.

Although unlucky we are happy (lihat senyumnya) hehehe..

Lokasinya cukup bagus karena gelap dan tidak ada hunian. Masyarakat ini menyebut lokasi ini dengan sebutan “gumuk” karena merupakan hamparan pasir laut yang tertimbun akibat angin. Dan ini menjadi masalah sebab pasir-pasir yang beterbangan di lokaksi ini cukup mengganggu terutama saat melakukan observasi sambil tiduran.
Observasi dimulai dengan memasang kamera observasi berupa kamera SLR dengan lensa 50 mm dan Fujifilm ASA 400 menggunakan tripod dan mengarahkan ke sekitar radiant Leonids di Rasi Leo menggunakan kabel release untuk pencahayaan lama (long exposure) . Diharapkan selama seting long exposure ini ada meteor yang dapat tertangkap oleh kamera.
Malam ini Rasi Leo mudah dicari sebab di rasi ini bertengger Saturnus yang cahayanya cukup terang berdampingan dengan bintang paling terang di Rasi Leo yaitu Regulus, namun lagi-lagi adalah gangguan menculnya awan yang sering menutup langit. Walaupun gangguan awan sangat serius, observasi tetap berjalan walau sambil tiduran di atas sleepingbag yang dibentang di atas pasir. Ceritanya pun dapat diduga, yang terlihat hanyalah kelamnya langit malam tanpa cahaya bintang. Sesekali memang beberapa bintang terang memunculkan diri namun sebentar kemudian hilang lagi. Begitu yang terlihat hingga menjelang pukul 4 pagi. Lalu ke mana Leonids? Ia sembunyi diantara kumpulan awan. Malam ini ternyata keberuntungan belum berpihak.
Akhirnya, melihat kondisi langit yang terus tertutup awan diputuskan untuk mengakhiri saja perburuan meteor ini. Malam ini Tim gagal menangkap Leonids. Kecewa? Enggak juga sih.. khan masih ada shower-shower yang lain... kita tunggu semoga lebih beruntung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar