Home    About Me    Equipment    Aktivitas    Astrofotografi    Observasi    Downloads   Video    Gallery    Tamu   

Selasa, 11 Desember 2018

Hujan Meteor Geminids 2018

 

Pertunjukan cahaya akhir tahun akan segera dimulai. Hiruk-pikuk ledakan kembang api sudah menyapa di depan kita. namun ada sebuah pertunjukan cahaya alam yang juga akan kembali hadir menghiasi langit malam kita yaitu Geminids Meteor  Shower.
Salah satu pertunjukan meteor tahunan yang cukup mengesankan ini  diperkirakan  akan  mencapai puncaknya menghujani kembali Bumi kita ini Kamis malam hingga pagi (13/14 Desember 2018) atau malam berikutnya (14/15 Desember 2018). Dari seluruh  kawasan permukaan Bumi termasuk kawasan Indonesia shower ini hampir dapat disaksikan  terlebih oleh mereka yang berada di sekitar ekuator dan sedikit agak ke  lintang Utara. 

Meteor  atau sering disebut dengan istilah "bintang jatuh" atau "bintang  alihan" ini memang setiap saat rajin menghujani permukaan Bumi kita.  Bahkan dalam seharinya sampai ratusan ton batuan ini yang jatuh ke  Bumi. Mereka adalah bebatuan kecil sebesar debu hingga sebesar kepalan  tangan yang astronom menamakannya sebagai meteoroid. Bukti-bukti juga  menunjukkan bahwa Bumi kita pernah kejatuhan batuan dengan  puluhan  hingga ratusan meter yang dinamakan asteroid. Saat memasuki atmosfir Bumi karena  pengaruh gravitasi meteor melesat dengan kecepatan sangat  tinggi, menghasilkan tekanan udara yang sangat besar di sisi depannya.  Tekanan inilah yang memanaskan batuan tersebut hingga terbakar bukan  dan hanya akibat pengaruh gesekan dengan atmosfer saja seperti yang kita  ketahui selama ini. 

Geminids menurut para ahli diyakini  merupakan debu dari komet 3200/Phaethon yang telah mati dan kini  menjadi asteoid. Rontokan debu dari benda langit selama mengorbit inilah yang akhirnya  menjadi sumber meteor shower Geminids ini. Menurut data dari International Meteor Organization (IMO) Geminids tahun ini mulai aktif pada 7  hingga 17 Desember dan akan mencapai puncaknya pada 14 Desember malam saat posisi Bumi sedang paling dekat dengan lintasan reruntuhan asteroid tersebut. Radiant  adalah titik pancar arah lesatan meteor. Titik ini berada di Rasi Gemini yang pada bulan ini berada di arah Timur Laut menjelang tengah  malam. Dua bintang terangnya Pollux dan Castor menandai keberadaan rasi  ini. Inilah yang disebut titik Radian meteor shower. Dan titik inilah  terlihat seolah-olah menjadi pusat dari munculnya meteor yang melesat dengan kecepatan mencapai 35 km/detik. Itulah kenapa para  astronom menamakan meteor shower ini dengan sebutan Geminids karena radiannya berada di Rasi Gemini. 

Kenampakan Geminids kali  ini diperkirakan bisa mencapai angka 100-120 meteor per jam saat maksimumnya pada  kondisi langit yang sempurna. Pengamatan Geminids tahun ini menjadi yang terbaik karena tidak terganggu oleh terangnya cahaya Bulan, karena menjelang tengah malam Bulan sudah terbenam. Angka inilah yang kita namakan sebagai ZHR (Zenithal Hourly Rate)  atau banyaknyanya meteor setiap jam. Geminids termasuk kategori meteor  berkecepatan sedang dengan goresan cahaya yang tidak terlalu panjang  namun pada saat muncul meteor yang cukup terang ia bisa menampakkan  warna kuning, hijau dan kebiruan yang sangat spektakuler. Sayangnya di  Indonesia bulan Desember adalah musim penghujan sehingga awan mungkin sangat mengganggu pengamatan. Namun demikian, kita berharap malam itu langit  bisa memberikan cuaca yang menjajikan. Untuk itu saya berharap jika anda berkesempatan  ingin menjadi saksi Geminids kali ini dan kebetulan cuaca cerah segera  cari kawan anda dan segeralah menuju ke tempat yang lapang dan terbebas  dari polusi cahaya. 

 

Pantai adalah tempat yang paling baik atau daerah  pedesaan yang belum banyak tercemar cahaya. Jangan lupa siapkan  perbekalan, baju hangat, smartphone, camilan dan minuman hangat, alas tidur, senter, pemutar musik jangan lupa. Malam itu Radian meteor berada di langit  pada arah Rasi Gemini yang berada arah Timur-Laut. Anda dapat menuju  lokasi menjelang pukul 22 malam atau sesudahnya. Kemudian, berbaringlah  secara rileks, arahkan pandangan mata ke posisi sekitar radiant  Geminids atau ke arah manapun anda boleh menyaksikan karena kelebat meteor bisa muncul di manpun di arean langit anda. pertunjukan Geminids akan berlangsung hingga pagi sebelum  fajar menyingsing saat Langit Timur merembang terang. Satu lagi yang  harus diketahui bahwa untuk melakukan observasi meteor ini tidak  dibutuhkan peralatan optik apapun hanya cukup mata telanjang sehingga  siapapun orang yang dapat melihat akan dapat melakukannya.

Berharap saja malam itu cerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar