Home    About Me    Equipment    Aktivitas    Astrofotografi    Observasi    Downloads   Video    Gallery    Tamu   

Kamis, 22 September 2011

September Equinox 2011

Jumat, 23 September 2011 @ 16:05 WIB adalah hari Equinox tepatnya September Equinox. Apa itu Hari Equinox? Equinox adalah saat dimana posisi Matahari berada tepat di ekuator langit artinya Ia sedang berada tepat di atas Katulistiwa Bumi. Equinox kali ini secara geosentris terjadi pada Jumat, 23 September 2011 pukul 16:05 WIB. Equinox merupakan bagian dari siklus tahunan pergerakan harian semu Matahari. Saat terbit, melintas dan terbenamnya Matahari akibat kemiringan sumbu Bumi terhadap bidang orbitnya yaitu sebesar 66.56° maka selama setahun terjadi dua kali Equinox yaitu September Equinox dan Maret Equinox. Equinox berikutnya akan terjadi pada 20 Maret 2012 nanti. Kecuali Equinox, suatu saat Matahari juga akan berada di titik paling Utara pada bulan Juni dan berada di titik paling Selatan pada bulan Desember yang dikenal dengan istilah Solstice.

Menurut asal katanya Equinok bermakna panjang waktu siang sama dengan panjang waktu malam seperti juga anggapan umum. Namun kenyataannya tidak. Saat equinox ternyata siang lebih panjang dari malam. Contohnya di Yogyakarta, hari ini (23/9) menurut kalkulasi Matahari terbit pada 05.28 WIB dan terbenam pada pukul 17.34 WIB. Artinya siang lebih panjang 6 menit dari malam. Lho kenapa ya... hayoo ada yang tahu..?

Saat sinyal dari satelit terganggu oleh Matahari Stasiun televisi akan minta maaf.Hari ini juga saat paling tepat untuk menentukan arah Timur ketika Matahari terbit dan arah Barat ketika Matahari terbenam. Selain itu di Indonesia fenomena ini menandai awal Musim Hujan, sedangkan di Belahan Bumi Utara menandai awal Musim Gugur (Autum/Fall) dan di Belahan Bumi Selatan menandai awal Musim Semi (Spring). Lagi, bagi anda yang di rumah berlangganan TV satelit, biasanya saat hari Equinox tiba banyak Channel televisi yang terganggu akibat fenomena yang dinamakan "Sun Outage" atau Gerhana Satelit yaitu saat satelit berada tepat diantara Bumi dan Matahari. Saat itu penerima satelit di Bumi akan terganggu oleh oleh sinyal yang kuat dari
Di kota Pontianak, Kalimantan Barat terdapat monumen yang dinamakan Tugu Katulistiwa. Tugu ini dibangun pada 1928 oleh para astronom Belanda yang sedang melakukan expedisi di sana. Sepuluh tahun kemudian seorang arsitek Indonesia yang bernama Silaban menyempurnaka bangunan ini sehingga menjadi lebih indah. Ada sebuah tradisi menarik disana saat datangnya peristiwa Equinox. Berbagai pertunjukan kesenian khas dari etnik dayak dan Malaysia digelar di sana. hari itu Tugu Khatulistiwa akan kehilangan bayangannya saat tengah hari selama beberapa menit. Fenomena inilah yang menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke tempat dimana batas belahan bumi Utara-Selatan berada yaitu tepat di titik nol derajat (saya cek pakai Google Earth ternyata geser 116 meter dari garis Ekuator) Apa harus digotong lagi? Nah lho.. kenapa ya!

Dan teringat juga sejarah 2000 tahun yang lalu saat Erathostenes seorang ahli matematika dari Yunani yang berhasil mengukur keliling Bumi dengan cukup presisi untuk ukuran waktu itu menggunakan fenomena bayang-bayang Matahari saat Equinox atau Solstice. Fenomena Equinox juga memungkinkan kita dapat mengetahui posisi geografis sebuah tempat di permukaan Bumi ini secara tepat tanpa bantuan peralatan modern hanya cukup menggunakan prinsip bayangan Matahari saat tengah hari. Silahkan dicoba ...

Salam,
MA.

1 komentar:

  1. wow this really good blog content
    visit : http://uii.ac.id

    BalasHapus